Irawati

       Durban

logo yayasan pusbitari

Pusbitari (Pusat Bina Tari) Irawati Durban Dance Company didirikan oleh empat orang penari Istana Negara Jakarta dari Bandung pada tahun 1986, yaitu Mira Arismunandar: Sekertaris; Yetty Rochyatini: Bidang Latihan; Ayu Murniati: Bendahara; dan Irawati Durban Ardjo (penari istana sejak Presiden Soekarno, dosen tari di STSI Bandung) sebagai Ketua. Tari Merak diciptakan Irawati beserta kostumnya tahun 1965. Setelah pertunjukan di Senayan bagi Presiden Soekarno, Tari Merak dipertunjukan resmi di Korea Utara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Jepang dalam Misi  Kesenian Kepresidenan 1965 yang dikirim Presiden Soekarno.

Kegiatan utama grup ini adalah mengadakan pertunjukan di dalam dan di luar negeri, membuka kursus tari bagi masyarakat.  Selain itu,  dalam upaya untuk menyebarkan dasar tari klasik Sunda kepada generasi muda, atas bantuan dana Gubernur Dani Setiawan, tahun 2003-2007 Pusbitari memberi pelajaran kepada guru-guru tari sekolah SD SMPdan sanggar di Kota Bandung, Sumedang, Cianjur, Majalengka, Subang dan Sukabumi. Kegiatan berlanjut atas kerjasama dengan BPBS Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, tahun 2011, 2014, dengan mengajar guru SD, SMP.  Salah satu tarian yang diajarkan adalah Tari Cangkurileung dilombakan se-Jawa Barat oleh BPBDK Dinas Pendidikan Jawa Barat tahun 2015.

Pertunjukan Pusbitari bagi tamu negara paling sering pada masa Presiden Soeharto 1971-1998. Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ialah di Istana Bogor bagi Presiden Amerika Serikat George Bush, 2006.

Pada tahun 2009, Pusbitari ID (Irawati Durban) Dance Company melalui Akta Notaris di Bandung diresmikan menjadi Yayasan Pusat Bina Tari dengan beberapa bidang kegiatan:
- Pusbitari ID Dance Company: kegiatan pentas dan kursus tari.
- Pusbitari Press: mencetak buku-buku tari dan seni.  Enam bukunya terpilih  untuk dipamerkan di FBF.  (Frankfurt Book Fair) bulan Oktober 2015.
- Pusbitari Pro: memproduksi perlengkapan bagi latihan dan pertunjukan seperti kostum tari, kaset, CD, VCD, DVD.

Dalam era Presiden Jokowi beberapa acara penting dilaksanakan Yayasan Pusat Bina Tari - Pusbitari ID Dance Company, antara lain: Peringatan 50 Tahun Tari Merak dengan puncak acara Parade Akbar “Sarewu Merak Tandang”di Jalan Asia Afrika Bandung, yang diikuti oleh 1560 penari dari sanggar tari se Jawa Barat dan mendapat penghargaan dari ORI (Original Rekor Indonesia).

Dalam program Tim ekspedisi Kapsul Waktu sebagai simbol “Gerakan Ayo Kerja”, pada 70 Tahun Indonesia Merdeka pada 1 November 2015, di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Pusbitari ID menampilkan 34 penari Merak.

Pada acara penandatangan Kepres 1 Juni 2016 tentang Hari Lahir Pancasila di Gedung Merdeka, Bandung, Pusbitari ID menampilkan lima penari Kukupu sebagai lambang dari kelahiran Pancasila.

Pada “14th Globelics International Conference”, Oktober 2016 di Gedung Merdeka yang diikuti oleh 40 negara peserta, Pusbitari ID menampilkan Tari Merak.

Pentas terakhir ialah di Istana Bogor tanggal 22 Mei 2017, Pusbitari ID menampilkan Tari Kukupu dan Merak bagi Raja dan Ratu Swedia.